• AIS Muhammadiyah bekali mahasiswa dengan bahasa Inggris

    by  • March 22, 2018 • Berita Terkini • 0 Comments

    Puluhan Mahasiswa Akademi Stastistika (AIS) Muhammadiyah Semarang diberangkatkan ke Borobudur kemarin sabtu 17 Maret 2018. Bukan berwisata tujuannya, tetapi praktek berbahasa inggris dengan touris atau native speaker.

    Kepala Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khawarizmi Muhammadiyah, Ulil Firdaus menuturkan puluhan mahasiswa tersebut adalah mereka yang tinggal di asrama AIS Muhammadiyah. hal itu dilakukan, kata Ulil, untuk memperlancar kemampuan bahasa Inggris mahasiswa asrama.

    “pengalaman ngomong bahasa inggris langsung dengan native speaker untuk mengasah kemampuannya”. Tutur Ulil

    Ulil menjelaskan setiap mahasiswa yang ikut ke Borobudur ditugasi untuk meminta tanda tangan kepada 5 touris. Lalu juga diberikan tugas untuk membuat short movie/video sebagai dokumen. Pun setiap mahasiswa, lanjut Ulil diberikan tugas untuk membuat english report berupa narasi yang menceritakan kegiatannya selama di Borobudur.

    “menguji kemampuan bahasa Inggris lisan dan tulisan”. Jelas Ulil

    Lebih jauh Ulil menjelaskan bahwa program ke Borobudur itu adalah salah satu serangkaian dari program asrama Ponpes Al-Khawarismi  milik AIS Muhammadiyah. program praktek berbahasa Inggris di Borobudur yang rutin dilaksanakan setiap tahun itu adalah kelanjutan dari pembiasaan program bahasa Inggris di asrama. Agar mahasiswa tidak hanya berbahasa Inggris dengan teman asrama, kata Ulil maka diadakan program praktek berbahasa Inggris dengan native speaker.

    Ulil menambahkan bahwa program bahasa Inggris yang bernama Full day Program itu memiliki 3 kegiatan rutin. Yakni selain mewajibkan berbahasa Inggris di asrama dan dengan native speaker juga ada pertunjukan. Pertunjukan itu, menurut Ulil adalah puncak program program Full Day Program.

    “puncaknya akan ditutup dengan close meeting yang berisi pertunjukan berbahasa Inggris. Kita ingin menunjukkan bahwa di AIS Muhammadiyah selain mempelajari ilmu statistik juga bahasa bahasa Inggris”. Ungkap Ulil.

    Program bahasa Inggris sengaja dipilih untuk diterapkan di asrama untuk membekali mahasiswa. Sebab menurut Ulil bahasa Inggris menjadi hal yang sangat penting dalam dunia kerja.

    Tak hanya itu alumni Ponpes Darussalam Gontor itu menjelaskan bahwa di Ponpes Al-Khawarizmi Muhammadiyah tidak hanya belajar bahasa Inggris. Selain menggiatkan untuk belajar ilmu statistika juga ada kegiatan keagamaan seperti kajian keagamaan, latihan kultum, sholat berjamaah dan sebagainya.

    Ponpes Al-Khawarizmi Muhammadiyah adalah asrama yang wajib dihuni bagi mahasiswa baru selama 1 tahun.

    About

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *