• latepost : EKSOTISME BARAK BANTIR SUMOWONO

    by  • April 11, 2017 • Berita Terkini, Uncategorized • 0 Comments

    Kemah adalah salah satu kegiatan yang selalu dilakukan baik waktu kita sekolah SD, SMP dan SMA bahkan mahasiswa sekalipun. Nah kadang kemah gak selalu di tenda, kadang di barak juga. Seperti tempat yang mahsyur untuk lokasi kegiatan semacam itu bagi para “pecinta petualangan alam” yakni Barak Bantir, di Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang. Mari abaikan beragam cerita seram di lokasi ini, kita simak sejarahnya duulu aja yuk. Barak Bantir dirintis pembangunannya pada 1938 sebagai komplek pelatihan militer bagi para prajurit Koninklijke Nederlandsch Indische Leger (KNIL), korps tentara reguler bagi Hindia Belanda. Pada tahun 1940, tempat yang dahulu bernama “Kamp Soemowono” ini digunakan untuk kamp interniran bagi para simpatisan gerakan fasisme yang rerata tergabung dalam Nederlandsch Socialitische Beweging (NSB). Hingga akhirnya pada saat pendudukan Jepang pada 1942 kamp ini difungsikan sebagai kamp interniran bagi para warga Eropa hingga 1945. Pasca kemerdekaan tempat ini diambil alih militer Indonesia dan hingga kini masih dikelola oleh KODAM IV Diponegoro sebagai tempat pelatihan. terletak pada ketinggian 982 mdpl yang membuat suhu udara di tempat wisata ini cukup dingin dan cocok untuk wisatawan yang bertujuan menenangkan diri. Disisi lain ada Bantir Hills juga merupakan tempat wisata yang terdiri dari hutan alam dan hutan tanaman. Di Bantir Hills juga terdapat gardu pandang yang akan memanjakan mata pengunjung dengan panorama yang luar biasa. Di gardu pandang ini, pengunjung dapat melihat Gunung Merbabu, Merapi, Telomoyo, dan nuansa alam yang eksotis dipandang dari ketinggian 1000 mdpl. Satu kata yang pantas “ fantastis”.

    Oke, tak ada habisnya kalau kita kupas alam ciptaan sang khalik yang maha perkasa ini. Ada sejuta destinasi ketenangan, nyaman dan teduh cenderung dingin menusuk jiwa. Kembali ke kemah, beberapa waktu lalu Akademi Statistika Muhammadiyah Semarang mengadakan “Kemah Bakti Mahasiwa” dengan diikuti 120 orang peserta ditambah 13 pembimbing. Kemah bakti yang merupakan agenda dua tahunan ini berisi aneka kegiatan antara lain adanya motivator yang mengulas bagaimana kehidupan ini meraih kesuksesan.Dan kesuksesan hanya dapat diraih dengan pengayakan diri termasuk attitude. Dalam sudut pandang aismuh attitude adalah akhlakul karimah.Menurut Pungky Aditya, narasumber merupakan alumni yang baru saja meraih gelar Sarjana Sains dari sebuah perguruan tinggi di bandung ini “ bahwa era saat ini mahasiswa harus mampu membangun etos berakhlakul karimah, karena attitude ini yang akan menghantar kita pada keberhasilan dalam dunia kerja”. Pada kesempatan tersebut, semua peserta menandatangani komitem untuk dapat mewujudkan diri menjadi pribadi muslim yang berakhlakul karimah dengan menjalankan The Nine Golden Habbits yaitu 1. kebiasaan Sholat (tepat waktu dan berjama’ah) 2. Kebiasaan Berpuasa (ramadhan dan sunnah) 3. Kebiasaan berzakat, infaq dan shodaqoh, 4. Kebiasaan Membaca Al Qur’an 5. Kebiasaan Membaca Buku, 6. Kebiasaan Beradab Islami dalam setiap aktifitas, 7.Kebiasaan Mengikuti Pengajian (majelis ta’lim), 8. Kebiasaan berkata baik, beramal shaleh dan memberikan kemanfaatan bagi orang lain. 9. Kebiasaan berpikir positif dan murah senyum

    Ada kegiatan lain yang cukup menarik yang berbeda pada tahun-tahun sebelumnya, bahwa kali ini peserta kemah diwajibkan melakukan pendataan atau survey tentang sanitasi di kelurahan losari daerah sekitar barak bantir. Tujuan dari kegiatan ini antara lain agar mahasiswa statistika mampu memahami ranah statistika atau praktik lapangan.Disamping ada beberapa game, outbound yang bekerja sama dengan anggota TNI yang bertugas di Kodiklat IV/Diponegoro di barak bantir.
    “Kegiatan ini dapat memupuk rasa kekeluargaan, kami selaku panitia dan teman teman peserta merasakan nuansa yang sama yaitu kekluargaan dan tanggung jawab diri.sebagaimana nilai-nilai dasar yang ditanamkan di aismuh yaitu : families, spirit, attitude dan professional” demikian menurut Ega Subiyantoro salah satu mahasiswa yang menjadi panitia kegiatan tersebut.
    Ingat, kita sudah berkomitmen pada diri dan Allah SWT, untuk menjadi pribadi muslim yang berakhlakul karimah.
    Sampai jumpa di KBM dua tahun mendatang….[as]

    About

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *